Bupati Sumedang: MPLS Percepat Adaptasi Siswa Dengan Sekolahnya

JNC Sumedang – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir berpendapat bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan mempercepat adaptasi murid baru terhadap lingkungan sekolahnya sehingga menunjang keberlangsungan kegiatan belajar.

Ha itu ia sampaikan pada Penutupan MPLS di SMPN 1 Sumedang yang digelar dalam acara Unjuk Kabisa Kelas 1 dengan menampilkan berbagai ragam kesenian Rabu 20 Juli 2022.

“Kegiatan ini bisa mempercepat adaptasi antara siswa dengan sekolahnya sehingga, akan ada percepatan dalam pembelajarannya. Murid baru sudah kenal guru, lingkungan dan teman temannya sehingga nanti bisa langsung ‘tune in’ dalam belajarnya,” katanya.

Sebagaimana ‘tagline’ SMPN 1 sebagai SMP Juara, Bupati Dony mengharapkan SMPN 1 benar-benar bisa menghasilkan siswa-siswi yang berkuliatas, berprestasi dan berakhlakul karimah.

Baca Juga  Jadwal Buka Puasa Untuk Wilayah Sumedang dan Sekitarnya 30 April 2022

“Harapan saya SMP 1 sebagai SMP Juara ini bisa menghasilkan siswa yang berprestasi dan berakhlakul karimah. Saya kira itu yang terpenting,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar yang mendampingi Bupati mengatakan, setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19 MPLS kembali dilaksanakan secara serentak di seluruh SMP se-Kabupaten Sumedang.

“MPLS dilaksanakan secara serentak dan berakhir hari ini. Dua tahun vakum  karena pandemi. Dinas Pendidikan mengharapkan para siswa mengenal lingkungan sekolah dan ekosistem lainnya selama nanti bersekolah,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sumedang Edeng Sutarya menuturkan, MPLS di sekolahnya dilaksanakan selama tiga hari penuh dari tanggal 17 sampai dengan 20 Juli 2022.

Baca Juga  Inilah 5 Desa Terbaik Pengelelolaan SAKIP Desa di Sumedang, Cek Desa Mana Saja?

Edeng menjelaskan, saat ini ada sekitar 325 siswa yang diterima di SMPN 1 Sumedang dengan 11 Rombel.

“Setiap Rombelnya berjumlah 32 orang. PPDB menggunakan beberapa sistem seperti afirmasi, zonasi dan prestasi serta pindah tugas,” ujarnya.

Ia bersyukur minat siswa yang belajar ke  SMPN 1 masih sangat tinggi dilihat dari jumlah pendaftar.

“Alhandulillah jumlah siswa yang mendaftar ke SMPN 1 lebih banyak dari formasi yang ada, sehingga ada beberapa siswa yang tidak bisa diterima di sini dan disalurkan ke pilihan kedua,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *