Mipit, Warisan Budaya Bernilai Pariwisata Ditunjukan Masyarakat Sunda di Jatigede Sumedang

Kelompok Masyarakat Adat di Jatigede sedang menjalankan ritual Doa, Mipit, sebagai warisan budaya masyarakat SUnda (Sumeks)

JNC Sumedang – Sunda kaya akan budaya, salah satunya adalah ritual Doa, Mipit.
Budaya tradisional ini, perlu ditiru dan diturunkan kepada kaum milenial, dan bisa bernilai untuk pengembangan pariwisata di Sumedang berbasis budaya.

Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu, oleh Lembaga Adat Desa di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede.

Ketua Lembaga Adat Desa Mekarasih, Shihabudin, menyampaikan bahwa tradisi mipit adalah budaya turun temurun yang perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi milenial.

“… Kami mencoba mengangkat kembali ritual tradisional seperti tradisi mipit,” katanya.

Tradisi mipit sendiri merupakan tradisi leluhur masyarakat Sunda berupa prosesi do’a meminta ijin ketika hendak melaksanakan panen padi.

Dia menyebut, pada dasarnya ritual mipit merupakan salah satu tradisi dari sekian banyak tradisi warisan leluhur Sunda.

Baca Juga  Horeee.. Jalan Tol Cisumdawu Seksi 3, Kini Resmi Dibuka, Pengguna Bisa Keluar Dari Cimalaka

Akibat perkembangan peradaban dunia yang semakin global, Shihabudin mengaku bahwa budaya tradisional ini hampir punah, bahkan tidak lagi dikenal oleh generasi milenial.

“Makanya, setelah terbentuk LAD di desa kami, masyarakat mencoba menggali kembali tradisi-tradisi budaya yang bisa dijadikan sebagai bahan edukasi tentang nilai dan makna dari tradisi itu, terutama untuk kalangan milenial,” tuturnya.

“Ada beberapa nilai dan makna yang bisa disampaikan ke kalangan masyarakat, terutama terhadap kalangan milenial. Diantaranya pentingnya implementasi tatakrama dalam segala hal,” tambahnya.

Sekaitan dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Sumednag Aris Guntara yang dihubungi JNC Sumedang menyambut baik pelestarian budaya tersebut.

Ke depan, menurut Aris, kegiatan seperti ini harus menjadi event yang menarik wisatawan, dengan tidak mengurangi nilai atas Doa yang dipanjatkan.

Baca Juga  Kritis Bonus Untuk Juara MTQ, Ini Yang Disampaikan Wakil Gubernur Jabar

“Saya menyambut baik, semoga ke depan kegiatan-kegiatan budaya tradisional ini akan menjadi event yang dipersiapkan, dan juga menjadi bagian dari promosi pariwisata di Sumedang,” ungkap Aris.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *