Petani dan Pengolah Tembakau Penting lakukan Pemasaran Online, SImak Keuntungannya

TiNewss.Com – Petani dan Pengolah Tembakaum wajib belajar pemasaran online. Pihak Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang menyatakan kesediannya untuk melakukan pelatihan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala UPTD BLK Sumedang, Ira Dewi Agustin, S.IP., M.So kepada Media beberapa waktu lalu.

Para petani dan pelaku pengolah tembakau di Kabupaten Sumedang akan dilatih agar mahir dalam pemasaran online atau daring. Mereka dituntut untuk pintar memasarkan produk secara online.

Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui UPTD BLK berupaya untuk terus membantu proses pengembangan SDM di bidang komoditas tembakau.

Upaya tersebut, salah satunya dengan memberikan berbagai pelatihan bagi para petani tembakau dan pengusaha pengolahan tembakau.

Irma Dewi Agustin menyebutkan, berdasarkan usulan dari APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) dan APTN (Asosiasi Pengusaha Tembakau Nasional) Kabupaten Sumedang, tahun ini rencananya sebanyak 140 orang akan melaksanakan pelatihan pemasaran online atau dalam jaringan.

Baca Juga  Forum UMKM Kabupaten Sumedang Kerja Bareng Coca Cola, Untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Covid

“Kalau obrolan awal, APTI dan APTN ini diantaranya akan mengusulkan pelatihan marketing online,” ujar Irma.

Kata dia, pihak BLK sedang menunggu apa yang akan diajukan oleh pihak APTI dan APTN Kabupaten Sumedang.

“Obrolan sudah ada, tinggal pengusulan resminya, kalau sudah ada usulan tinggal kita laksanakan, soalnya anggarannya sudah tersedia dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau),” kata Irma.

Sementara itu, ucap Irma, jenis keahlian yang biasa diselenggarakan di BLK selama ini, diantaranya kejuruan menjahit, otomotif, dan komputer.

Jika nanti ada usulan lain, kata dia, pihaknya akan mempersiapkan tenaga ahli dan materi yang akan disampaikan kepada peserta pelatihan.

Ada banyak keuntungan yang dilakukan masyarakat, jika belajar pemasaran secara online, diantaranya:

Baca Juga  Di Sumedang, Hanya Ada 1 SMA Dalam 1000 Sekolah Terbaik di Indonesia Versi LTMPT Tahun 2021, Bagaimana Dengan Kabupaten Terdekat?
  1. Pemasaran dilakukan oleh penjual dan pembeli, tanpa perantara sehingga tidak ada fee perantara, yang menambah beban pembeli,
  2. Tidak perlumodal besar seperti membuka toko, pemasaran digital tidak membutuhkan modal untuk sewa tempat,
  3. Layanan lebih cepat, tanggungjawab pribadi, dan lain sebagainya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *