Sebagai Penghasil Tembakau Terbesar, Ternyata Perdaran Barang Kena Cukai Ilegal Juga Tinggi

Sosialisasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal, diselenggarakan oleh Bagian PSDA Setda Sumedang di Hotel Kencana, 27 Juli 2022 (JNC Sumedang/JangRama)

JNC Sumedang – Barang Kena Cukai Ilegal yang beredar di Sumedang, dinilai cukup tingggi padahal Kabupaten Sumedang menduduki posisi nomor 2 di Jawa Barat untuk produksi tembakau.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sumedang H. erwan Setiawan, S.E., menyampaikan sambutan dan pembukaan Sosialisasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal, di Hotel Kencana Sumedang.

“Sumedang ini merupakan daerah penghasil tembakau kedua di Provinsi Jawa Barat. Namun, hal tingkat peredaran ilegal pun cukup tinggi di Sumedang,” kata Wabup Erwan, Rabu 27 Juli 2022.

Atas dasar hal tersebut, Wabup Erwan berpesan agar para Kepala Desa dan Lurah di Kabupaten Sumedang turut serta mengawasi dan menekan angka peredaran rokok dan cukai ilegal.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Kabupaten Sumedang dan diikuti oleh para kepala Desa dan Lurah se kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Wujudkan Pegawai Profesional dan Kompeten, Pemkab Sumedang Gelar Pembekalan CPNS dan PPPK

Peredaran rokok ilegal ini, kata Wabup, tentunya dapat merugikan negara dan melanggar perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga, untuk memberantas maraknya peredaran cukai ilegal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui dana DBHCHT dan bekerjasama Kantor Bea dan Cukai melaksanakan program penegakan hukum atas peredaran cukai tembakau ilegal di tengah-tengah masyarakat.

“Berdasarkan penelitian, peredaran cukai ilegal di Sumedang masih cukup tinggi, terutama ditingkat pengecer kecil di masyarakat. Hal ini karena peredarannya belum bisa ditekan dengan optimal. Sehingga sosialisasi ini sangat penting bagi para kades dan lurah untuk turut serta menekan peredarannya di tingkat Desa,” tegasnya.

Beberapa faktor tingginya peredaran Cukai tembakau ilegal ini juga, sambung Wabup Erwan, karena maraknya peredaran baik secata online maupun langsung ke pengecer tanpa pengawasan.

Baca Juga  Polres Sumedang Gelar Patroli Skala Besar, Selama Malam Takbiran

“Faktor lainnya juga yaitu, kurangnya pemahaman masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan oleh peredaran cukai ilegal,” tegasnya.

Wabup juga berpesan, agar para peserta yang mengikuti sosialisasi pemberantasan barang kena cukai ilegal ini, untuk serius mengikutinya dan yang tidak kalah penting, para peserta juga dapat menyampaikan hasil sosialisasi ini langsung ke masyarakat.

“Selain memantau peredaran cukai ilegal dan mengetahui peraturan perundang-undangan tentang cukai tembakau. Perlu juga penyampaian informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan tentang ketentuan peraturan perundang-undangan tentang bea dan cukai. Dan masyarakat pun harus dapat mengindentifikasi mana cukai yang dan mana yang ilegal,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda kabupaten Sumedang, Hj. Mulyani Toyibah, S.E., M.E.***

Baca Juga  Terima Kasih Pak Kapolri! Untuk Layanan Mudik Lebaran 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *